MTs PKP @kesekolah

http://www.kesekolah.com/profil/galeri/mts-pkp-dki-jakarta.html#sthash.jmLpYuMS.dpbs
logo-kesekolah.com

Advertisements

Mendidik Gen Y

Oleh: Tongato 

Pembicaraan tentang generasi y saat ini sedang menghangat. Dalam berbagai pembicaraan dengan pembicaraan sesama guru, gen y yang saat ini berusia sekitar dua puluhan, termasuk di dalamnya para pelajar SLTA, sering diidentifikasikan sebagai pemalas, kurang perhatian, sangat tergantung pada gadset dan tidak peduli dengan penilaian. 

Sebagai guru, mendidik generasi y adalah tantangan tersendiri. Bukannya menyalahkan keadaan, tindakan bijak adalah memahami sikap, perilaku dan pemikiran mereka. Harus disadari bahwa mereka lahir dalam dunia yang serba instan, serba cepat. Para gen y ini mungkin juga lelah dalam proses pembelajaran yang selama ini mereka ikuti. Mereka harus bersama dengan guru yang lahir dari generasi x, bahkan dari generasi baby boomer. 

Suatu generasi yang sangat jauh berbeda dalam hidup dan memandang permasalahan. Terlebih para pelajar Indonesia. Bila kita mendekati gen y, kita akan tahu bahwa mereka pandai beradaptasi, sangat menguasai teknologi dan pandai berinteraksi. Tampaknya, satu-satunya jalan agar dalam proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan optimal adalah memahami mereka. 

Dengan mengerti dan memahami mereka, maka akan terbangun komunikasi dua arah yang akan mendukung dan memperlancar proses pembelajaran. Selain itu, hal penting lainnya adalah menghilangkan stereotype mereka sebagai generasi pemalas, kurang perhatian, sangat tergantung gadset dan abai terhadap penilaian. Mereka sebetetulnya adalah generasi yang banyak mendapatkan kemudahan dari buah perkembangan teknologi. Dalam kemudahannya ini, mereka mampu memanfaatkannya sehingga masalah hidup menjadi mudah. Jadi bukan karena malas, melainkan mereka mampu memaksimalkan manfaat dari penguasaan teknologi. Dengan menguasai teknologi dan kebiasaan mereka dalam mengomsumsi derasnya informasi yang ada, fokus mereka mudah beralih. Tak heran bila mereka tak dapat berlama lama mendengarkan penjelasan guru dalam menerangkan pelajaran. Bukannya mereka tidak berusaha, hanya saja habit yang telah membetuknya dengan adanya gadset di tangan yang dapat mengakses informasi dalam sekejap tidak mudah untuk berlama lama dengan penjelasan guru. Meyiasati keadaan ini tentu sebagai guru harus segera mengubah strategi dan metode pembelajarannya. Harus diingat kembali bahwa inti pembelajaran adalah adanya perubahan, hasil pembelajaran bertahan lama dan melibatkan pengalaman. Berangkat dari pemahaman ini, maka guru harus menerapkan pembelajaran yang benar-benar dapat melibatkan pengalaman siswa. 

Dalam setiap pembelajaran, siswa terlibat baik secara kognitif, afeksif maupun psikomotor. Dengan keterlibatan ini, maka siswa akan memperoleh hasil pembelajaran yang dapat bertahan lama dan mampu mengalami perubahan, dari tidak tahu menjadii tahu, dari tahu menjadi lebih tahu. Seterusnya, dalam praktik pembelajaran, hendaknya guru memegang prinsip keterlibatan anak. Siswa menjadi terlibat baik secara kognitif, afektik maupun psikomotor. Pelibatan ini penting sebagai cara untuk menanamkan pengertian yang kuat. Selain itu, guru juga harus mengorganisir setiap materi pembelajaran secara baik. 

Materi disampaikan tahap demi tahap, dengan pemberian motivasi dan pengujian secara berkesinambungan. Dengan cara ini, pembelajaran gen y akan berjalan smart. Siswa terlibat langsung dan menjadikan mereka aktor pembelajaran. Dan prestasi, tentu dapat diraih secara maksimal.*** Email. tongatomatmowinoto@gmail.com WA 081297761139

MENERIMA PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2017 / 2018

Syarat – Syarat Pendaftaran
  1. Mengambil formulir pendaftaran dan diisi lengkap dengan persyaratan selanjutnya dikembalikan ke Panitia PPDB.
  2. Mengisi surat pernyataan yang ditetapkan oleh Panitia / Yayasan,
  3. Mengikuti seleksi sesuai dengan jadwal  yang ditetapkan oleh Panitia PPDB,
  4. Membayar biaya pendidikan yang telah ditetapkan oleh Yayasan,
  5. Bersedia mengikuti kegiatan MOPDB (Masa Orientasi Peserta Didik Baru)
  6. Bagi calon peserta didik baru yang telah diterima menjadi peserta didik baru Kampus PKP Jakarta Islamic School wajib memiliki rekening Tabunganku  Bank DKI Jakarta yang merupakan program Pemerintah
  • Menyerahkan fotokopi Ijasah SD/atau sederajat yang telah dilegalisir 2 (dua) Lembar.
  • Menyerahkan fotokopi Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) yang telah dilegalisir 2 (dua) lembar 
  • Cetak printer Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dari dapodik.
  • Menyerahkan fotokopi Rapor 1 (satu) lembar yang telah dilegalisir
  • Calon peserta didik berusia setinggi – tingginya  18 tahun pada tanggal 11 Juli 2017
  • Melampirkan fotokopi  Akte kelahiran / surat kenal lahir
  • Melampirkan Surat keterangan sehat dan bebas narkoba dari dokter
Pelayanan PPDB pada hari kerja.
Biaya Formulir Rp. 150.000,- (bisa berubah)
Biaya Pendaftaran Rp. 7.400.000,- (bisa berubah) (Uang pangkal, kegiatan, Seragam, SPP Juli 2017 dan Buku)
SPP per bulan Rp. 355.000,- (bisa berubah)
Daya tampung keseluruhan 120 siswa (4 kelas @30 siswa)

Informasi lebih lanjut : 02187708476 mtspkp@yahoo.co.id

Kumpulan Foto PKP JIS

 Danau pkp
 Drs. Amidhan -Ketua PKP 2014-2019
 Basket MTs PKP
 Cahaya Matahari danau PKP
 GOR PKP
 Logo PKP
 Marawis PKP
 Masjid Baitushshidqi PKP
 Juara Robot Internasional
 Penyelengara Even Robot Internasional
 Saman PKP
 Gedung Utama PKP
 Taman PKP
 Tari Kolosal PKP by Denny Malik
Welcome PKP

MENJADI GURU MENYENANGKAN

Oleh : Dr. H. Tongato, M.Si. (Sekretaris I Yayasan PKP)
Sekolah merupakan agen perubahan ranah afektif, kognitif dan psikomotorik siswa dalam pembelajaran. Guru berperan sebagai fasilitator dan katalisator dalam menahkodai proses pembelajaran. Peran guru disini bagaikan murobi, kata Munif Chatib, penulis buku Sekolah Anak-anak Juara, yakni dalam hal sebagai pemelihara kebaikan, dan merubah yang jelek menjadi baik serta meningkatkan yang sudah baik menjadi lebih baik lagi; yang terampil menjadi lebih terampil lagi dan yang pandai, lebih pandai lagi.
Untuk menjadi murobi yang baik, maka jadilah guru yang menyenangkan. Caranya, pertama-tama adalah jadilah guru yang menguasai materi pelajaran dan menguasai kompetensi yang mesti siswa kuasai. Dengan menguasai materi pelajaran, maka guru akan lebih leluasa dalam menyampaikannya. Penguasaan guru terhadap poin-poin penting dapat mempermudah dalam penyampaian mata pelajaran secara lebih variatif. Selain itu, penguasaan strategi mengajar akan melengkapi kesempurnaan menjadi guru yang menyenangkan. Ada ratusan strategi mengajar yang dapat dimanfaatkan guru dalam pembelajaran.
Berikutnya, berkaitan dengan gaya mengajar. Gaya mengajar guru menurut Munif Chatib, — yang juga menulis buku best seller, Sekolahnya Manusia & Gurunya Manusia, — hendaknya simetris dengan gaya belajar siswa. Hal ini akan membuat siswa senang dalam pembelajaran. Adanya chemesrty guru-siswa menjadikan siswa nyaman dalam belajar.
Untuk lebih menyegarkan suasana belajar, guru dapat memilih tempat mengajar. Belajar jangan hanya menggunakan ruang kelas. Ada banyak lokasi yang dapat menjadi tempat belajar. Taman, perpustakaan, bahkan pasar juga dapat digunakan sebagai lokasi belajar. Variasi lokasi ini akan mampu menyegarkan dan mengaktifkan siswa belajar. Belajar transaksi bisnis, akan lebih mudah dipahami apabila siswa langsung menyaksikan transaksi pedagang dan pembeli di pasar.
Pengamatan kita menunjukkan bahwa, guru lebih dituruti daripada orang tua siswa. Ini merupakan modal positif untuk menjadi guru yang menyenangkan. Apa pasalnya? Ada banyak jawaban, diantaranya karena ketika di kelas guru berusaha untuk menjadi teladan. Guru mempesiapkan diri dengan baik ketika akan mengajar. Berusaha menjadi yang terbaik, mulai cara berpakaian, bertutur kata dan berperilaku. Modal ini hendaknya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para guru.
Pendiri Wall Mart, jaringan super market, Sam Walton, memiliki kiat dalam menjalankan perusahaannya. Tampaknya, kiat-kiatnya juga relevan bagi guru dalam menjalankan profesinya sehingga dapat menjadi guru yang menyenangkan. Ada delapan kiat yang disampaikannya. Berikut kiat-kiatnya, pertama berkomitmenlah pada semangat untuk mendidik dan mengajar. Kedua, bagilah pengetahuan dan wawasan serta pengalaman dengan guru lain. Ketiga, motivasilah teman kerja. Keempat, berikan penghargaan untuk prestasi siswa sekecil apapun. Kelima, komunikasikan segala sesuatu tentang pendidikan dan pembelajaran. Keenam, rayakan kesuksesan, dan pada kegagalan yang tidak bisa dielakkan. Carilah hal yang lucu darinya. Ketujuh, dengarkan pengalaman teman guru dan siswa. Dan, kedepalan, lampaui harapan siswa, orang tua dan sekolah.
Demikian beberapa catatan tentang upaya menjadi guru yang menyenangkan. Tentu akan lebih bermakna apabila kita berupaya mengimplementasikan dalam proses pembelajaran. Bila hal itu kita lakukan, pasti akan muncul hal-hal baru yang akan menambah upaya menjadi guru yang menyenangkan. Menjadi guru menyenangkan, mari kita mulai sekarang juga.***

Berjalan Untuk Melupakan

Oleh : Fauzi 
  Pekan demi pekan…
Aku berjalan untuk melupakan
Melupakan semua kenangan
Yang kini telah engkau tinggalkan

Hari demi hari…
Kulewati dengan sepi dan sunyi
Aku ingin mencoba berlari pergi
Pergi meninggalkan kenyataan ini

Tetapi entah mengapa
Selalu aku yang salah?
Selalu aku yang kalah?
Apakah ini yang disebut menyerah?
Aku pun tak tahu harus berbuat apa
Di kala engkau bahagia dengannya
Kini aku menemukan jawaban
Untuk melakukan sebuah tindakan
Melupakan dan mengabaikan